1. ALLIFIANA FATIMAH
2. HANIS RISTY
3. LOUISA NESTI WULANDARI
4. ZULIATIN
(Membuat Suatu Dugaan Yang Diperhitungkan)
Strategi pemecahan masalah dengan cara
menduga dan menguji merupakan salah satu dari strategi pemecahan masalah matematika yang efektif
dengan cara menerka dan menguji jawaban dan proses pemecahan masalah
matematika.
Langkah pemecahan masalah matematika diawali
dengan memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian masalah, melaksanakan
penyelesaian masalah, dan meninjau kembali jawaban pemecahan masalah. Dari
keempat langkah pemecahan masalah tersebut, untuk menerapkan strategi ini
Saudara harus lebih dahulu benar-benar memahami masalahnya. Kemudian menuliskan apa yang diketahui dan apa yang harus dicari dari
masalah tersebut. Selanjutnya Saudara harus menduga jawaban dari masalah dan
menguji jawaban tersebut sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan atau
belum. Jika dari jawaban yang Saudara
duga, ada satu atau lebih syarat yang tidak terpenuhi, maka jawaban tersebut
salah.
Contoh :
1. Bermain
Kartu Bilangan
Penyelesaian masalah ini dilakukan dengan menduga dan menguji.Sebelum
menduga dan menguji, dilakukan pemahaman masalah lebih dahulu, yaitu bilangan
yang tersedia dari 1 sampai 20.
Sedangkan jumlah bilangan tersebut 1/5 hasil kali ketiga bilangan, dan
bilangan tersebut berurutan. Yang harus dicari adalah ketiga bilangan tersebut.
2. Bermain Angka
Diberikan
sebuah segitiga yang pada ketiga sudut dan tengah sisinya terdapat lingkaran. Guna
memecahkan masalah ini, harus memahami masalahnya dengan memahami apa yang diketahui
yaitu adanya angka 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 serta jumlah bilangan pada setiap sisi
segitiga harus sama dan tidak boleh ada angka yang terulang.
3. Menghitung Bilangan yang Belum Diketahui dalam Segitiga
Diberikan tiga buah segitiga A, B, dan C yang masing-masing menunjukkan
pecahan 2/5 dan ¾. Untuk menyelesaikan masalah tersebut dapat menggunakan
strategi terka dan uji dengan cara sebagai berikut: pertama memahami masalah
dengan mengamati apa yang diketahui pada gambar A dan B, kemudian memahami apa
yang ditanyakan pada gambar C. Selanjutnya dilakukan dugaan dengan melihat
proses pengerjaan secara langsung dengan membandingkan antara nilai bilangan
pada gambar A dan B.
Strategi Pemecahan Masalah Heuristik II yang
Kedua
(Menentukan
/ Membuat Pola)
Dengan cara menentukan atau melihat pola dari
masalah yang harus diselesaikan
Untuk menerapkan strategi ini Saudara harus
lebih dahulu benar-benar memahami masalahnya. Kemudian menuliskan apa yang diketahui dan apa yang harus dicari dari
masalah tersebut. Selanjutnya Saudara harus membuat pola jawaban dari masalah
tersebut sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan atau belum. Jika satu pola dapat diketahui dari
sekumpulan data atau dengan melakukan manipulasi data, maka Saudara dapat
menggunakan pola tersebut untuk menyelesaikan masalah yang harus dipecahkan.
Contoh :
1. Bermain Persegi
Penyelesaian masalah ini dilakukan dengan membuat pola dari data yang ada.
Selanjutnya dipilah persegi warna putih dan persegi warna hitam. Dengan
demikian untuk urutan persegi ke-n, dapat disimpulkan bahwa banyaknya persegi
yang terbentuk sama dengan n2 persegi, banyaknya persegi warna putih
sebanyak (n-1)2
persegi, dan banyaknya persegi warna hitam sebanyak 2 n – 1 persegi.
2. Hubungan Bundaran/titik dan Sisi Bangun Datar
Guna memecahkan masalah ini, harus memahami masalahnya dengan melihat pola
yang terbentuk .
3. Bermain Angka
Untuk
menyelesaikan masalah tersebut dapat
melihat pola yang terbentuk dari penjumlahan suku demi suku dari penjumlahan
tersebut.
Strategi
pemecahan masalah matematika heuristik II yang ketiga
(Menggunakan Perumpamaan / Pemisalan)
Dengan cara
membuat pemisalan atau perumpamaan dari permasalahan yang harus diselesaikan.
Saudara harus lebih dahulu benar-benar
memahami masalahnya. Kemudian menuliskan apa
yang diketahui dan apa yang harus dicari dari masalah tersebut. Selanjutnya
Saudara harus membuat pemisalan atau perumpamaan dari permasalahan yang harus
diselesaikan. Dari pemisalan/perumpamaan tersebut akan didapatkan kalimat
matematika atau persamaan yang dapat diselesaikan dengan menggunakan operasi
aljabar. Himpunan penyelesaian yang didapat merupakan jawab dari permasalahan
yang harus diselesaikan.
Contoh :
1. Menghitung Kendaraan
Untuk menyelesaikan masalah ini dilakukan dengan cara membuat pemisalan,
kemudian dari pemisalan akan disusun kalimat matematikanya untuk dicari
penyelesaiannya. Pengerjaan kalimat matematika dilakukan dengan cara
substitusi.
2. Hewan Piaraan
Guna menyelesaikan permasalahan ini, dilakukan dengan cara membuat
pemisalan.
3. Perbedaan Usia
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, harus dimisalkan lebih dahulu.
Beberapa
bundaran digunakan untuk membentuk segitiga samasisi seperti pada gambar di
bawah ini. 3, 6, dan 9 adalah contoh-contoh dari jumlah bundaran-bundaran pada
segitiga sama sisi tersebut.
3 6 9
Berapakah banyak bundaran pada setiap sisi segitiga samasisi jika
jumlah seluruh bundaran pada segitiga samasisi tersebut 99?