Kamis, 23 April 2015

Strategi Pemecahan Masalah Heuristik II

SALAM DARI KAMI :
1. ALLIFIANA FATIMAH
2. HANIS RISTY
3. LOUISA NESTI WULANDARI
4. ZULIATIN


(Membuat Suatu Dugaan Yang Diperhitungkan)


Strategi pemecahan masalah dengan cara menduga dan menguji merupakan salah satu dari strategi  pemecahan masalah matematika yang efektif dengan cara menerka dan menguji jawaban dan proses pemecahan masalah matematika.
Langkah pemecahan masalah matematika diawali dengan memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian masalah, melaksanakan penyelesaian masalah, dan meninjau kembali jawaban pemecahan masalah. Dari keempat langkah pemecahan masalah tersebut, untuk menerapkan strategi ini Saudara harus lebih dahulu benar-benar memahami masalahnya. Kemudian menuliskan apa yang diketahui dan apa yang harus dicari dari masalah tersebut. Selanjutnya Saudara harus menduga jawaban dari masalah dan menguji jawaban tersebut sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan atau belum.  Jika dari jawaban yang Saudara duga, ada satu atau lebih syarat yang tidak terpenuhi, maka jawaban tersebut salah.

Contoh          :
1.     Bermain Kartu Bilangan
Penyelesaian masalah ini dilakukan dengan menduga dan menguji.Sebelum menduga dan menguji, dilakukan pemahaman masalah lebih dahulu, yaitu bilangan yang tersedia dari 1 sampai 20.  Sedangkan jumlah bilangan tersebut 1/5 hasil kali ketiga bilangan, dan bilangan tersebut berurutan. Yang harus dicari adalah ketiga bilangan tersebut.

2.     Bermain Angka
Diberikan sebuah segitiga yang pada ketiga sudut dan tengah sisinya terdapat lingkaran. Guna memecahkan masalah ini, harus memahami masalahnya dengan memahami apa yang diketahui yaitu adanya angka 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 serta jumlah bilangan pada setiap sisi segitiga harus sama dan tidak boleh ada angka yang terulang.

3.     Menghitung Bilangan yang Belum Diketahui dalam Segitiga
Diberikan tiga buah segitiga A, B, dan C yang masing-masing menunjukkan pecahan 2/5 dan ¾. Untuk menyelesaikan masalah tersebut dapat menggunakan strategi terka dan uji dengan cara sebagai berikut: pertama memahami masalah dengan mengamati apa yang diketahui pada gambar A dan B, kemudian memahami apa yang ditanyakan pada gambar C. Selanjutnya dilakukan dugaan dengan melihat proses pengerjaan secara langsung dengan membandingkan antara nilai bilangan pada gambar A dan B.




Strategi Pemecahan Masalah Heuristik II yang Kedua
(Menentukan / Membuat Pola)

Dengan cara menentukan atau melihat pola dari masalah yang harus diselesaikan

Untuk menerapkan strategi ini Saudara harus lebih dahulu benar-benar memahami masalahnya. Kemudian menuliskan apa yang diketahui dan apa yang harus dicari dari masalah tersebut. Selanjutnya Saudara harus membuat pola jawaban dari masalah tersebut sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan atau belum.  Jika satu pola dapat diketahui dari sekumpulan data atau dengan melakukan manipulasi data, maka Saudara dapat menggunakan pola tersebut untuk menyelesaikan masalah yang harus dipecahkan.

Contoh          :
1.     Bermain Persegi
Penyelesaian masalah ini dilakukan dengan membuat pola dari data yang ada. Selanjutnya dipilah persegi warna putih dan persegi warna hitam. Dengan demikian untuk urutan persegi ke-n, dapat disimpulkan bahwa banyaknya persegi yang terbentuk sama dengan   n2   persegi, banyaknya persegi warna putih sebanyak  (n-1)2 persegi, dan banyaknya persegi warna hitam sebanyak 2 n – 1 persegi.
2.     Hubungan Bundaran/titik dan Sisi Bangun Datar
Guna memecahkan masalah ini, harus memahami masalahnya dengan melihat pola yang terbentuk .
3.     Bermain Angka
Untuk menyelesaikan masalah tersebut dapat melihat pola yang terbentuk dari penjumlahan suku demi suku dari penjumlahan tersebut.



Strategi pemecahan masalah matematika heuristik II yang ketiga
(Menggunakan Perumpamaan / Pemisalan)

Dengan cara membuat pemisalan atau perumpamaan dari permasalahan yang harus diselesaikan.

Saudara harus lebih dahulu benar-benar memahami masalahnya. Kemudian menuliskan apa yang diketahui dan apa yang harus dicari dari masalah tersebut. Selanjutnya Saudara harus membuat pemisalan atau perumpamaan dari permasalahan yang harus diselesaikan. Dari pemisalan/perumpamaan tersebut akan didapatkan kalimat matematika atau persamaan yang dapat diselesaikan dengan menggunakan operasi aljabar. Himpunan penyelesaian yang didapat merupakan jawab dari permasalahan yang harus diselesaikan.

Contoh          :
1.     Menghitung Kendaraan
Untuk menyelesaikan masalah ini dilakukan dengan cara membuat pemisalan, kemudian dari pemisalan akan disusun kalimat matematikanya untuk dicari penyelesaiannya. Pengerjaan kalimat matematika dilakukan dengan cara substitusi.
2.     Hewan Piaraan
Guna menyelesaikan permasalahan ini, dilakukan dengan cara membuat pemisalan.
3.     Perbedaan Usia
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, harus dimisalkan lebih dahulu.

ž Beberapa bundaran digunakan untuk membentuk segitiga samasisi seperti pada gambar di bawah ini. 3, 6, dan 9 adalah contoh-contoh dari jumlah bundaran-bundaran pada segitiga sama sisi tersebut.

  
                3                                              6                                    9
Berapakah banyak bundaran pada setiap sisi segitiga samasisi jika jumlah seluruh bundaran pada segitiga samasisi tersebut 99?

Senin, 20 April 2015

Terima Kasih kalian....

senang, ketika mereka menuliskan surat seperti ini untukku. 
bangga. ketika mereka mencintaiku.



Senin, 13 April 2015

BIkin Puisi



ENGKAU YANG PERNAH ADA

Mereka bilang, wanita lemah…
Ada yang bilang wanita itu perusak…
Tidak sedikit yang berkata bahwa wanita itu tidak mampu…
Stop!
Itu kami yang terdahulu, yang telah tergerus waktu seiring perjuangannya.
Kini, jangan pernah ada kata terlontar bahwa kami tidak mampu.
Lihat di luar sana…
Betapa banyak pahlawan wanita yang gagah yang mampu menandingi kaum adam.
Masihkah kalian merendahkan kami?
Memandang wanita hanya sebelah mata saja?

Bukankah kalian tahu ada pahlawan wanita hebat yang menjunjung kami?
Yang menaikkan harkat wanita, hingga kami layak dianggap sebagai ciptaanNYA.
Sesosok pejuang wanita hebat yang membuat wanita menjadi luhur.
Hingga kami dapat menjadi sejajar dengan kaum adam.
Siapa bilang wanita tidak bisa menjadi besar?
Kalian tahu bahwa kelemahlembutan kami yang mampu membuat tegar kala menerpa badai…
Kesabaran wanita mampu mengalahkan kekuatan laki-laki.

Terima kasih atas perjuanganmu…
Terima kasih karena engkau pernah ada…
Ibu Kartini…
Tetaplah harum kini dan sepanjang masa….


-Louisa Nesti. W-